Waala alihi wa ashabihi ajma'in, amma ba'du Yang terhormat. Yang terhormat. Ustadz selaku Ketua DKM Nurul Hizroh. Yang terhormat Bapak .. selaku Lurah Situ Yang terhormat Bapak .. selaku ketua RW/RT Yang mulia K.H Abidin .. Selaku Pimpinan Pondok Pesantren. Alhamdulillah Nahmaduhu Wa Nastainuhu Wa Nastagfiruh Wa Na uzu Billahi Min Sururi Anfusina, Asyhadu An La Ilaha illaulah Wa Asyhadu Anna Muhammdar Rasulullah, Allahumma Shalli Wa Sallim Wa Barik Ala Sayyidina Muhammad Wa Ala Alihi Wa Shahbihi Ajma in . Amma Badu." Washallallahuala Nabiyyina Muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in. Baca Juga: Tingkatan Keutamaan para Nabi dan Rasul *** Penulis: Yulian Purnama. Artikel: Muslim.or.id. ๐Ÿ” Syaikh Shalih Al Fauzan, Kumpulan Hadis Palsu, Ittiba Artinya, Thola'al Badru, Islam Adalah Agama Yang Sempurna Tweet #3. 10-02-17, 01:39 PM. Re: sahbihi ajmain vs. wa' as habihi ajmain. There is no difference. Both words; ุตูŽุญู’ุจ and ุฃุตู’ุญุงุจ are plural of ุตุงุญูุจ which means "companion". Another plural is ุตุญุงุจุฉ. Collapse. Edit this module to specify a template to display. Asrofilambiya iwal mursalin wa ala alihi washohbihi ajmain . Alhamdulillahi robbil alamin wabihi nasta'inu ala umuriddunya waddin ashsholatu wassalamu'ala. Contoh mukadimah pidato bahasa arab dengan tulisan latinnya. Washolatu wassalamu ala sayyidil mursalin. Versi berbeda yang lainnya yaitu kalimat "alhamdulillah ala kulli hal.". TulisanArab Allahumma Salli Ala Sayyidina Muhammad Wa'ala Alihi Washahbihi Ajma'in. Tak kalah mashyurnya, sholawat yang satu ini juga sering kali dilantunkan oleh mereka yang mencintai Rasul dan seluruh sahabatnya. Sholawat ini sedikit berbeda dengan yang sebelumnya, pada kalimat sholawat yang satu ini ada kata "Ajma'in". Artinya "Barangsiapa yang mengucap tasbih kepada Allah setelah shalat 33 kali, tahmid 33 kali, takbir 33 kali, dan disempurnakan dengan ucapan La ilaha illallah wahdahu la syarikalah lahul mulku walahul hamdu wahua 'ala kulli syai'in qadiir niscaya diampunkan segala dosanya, meskipun sebanyak buih di lautan. " (HR. Muslim) 6. forany of believers, because that is what Allah swt is doing. If somebody thinks that 'alihi are believers (s)he can say "wa 'ala 'alihi", if somebody thinks that sahaba are believers they can say "wa 'ala sahbihi", or if somebody thinks that you're believer he can say "sall Allahu 'ala Faruqi" or on me "sall Allahu 'ala 'Ala'id-deeni". AllahummaSholli 'ala Sayyidina Muhammad wa'ala Alihi Washohbihi Ajma'in. wa nuuril abshoori wa dliyaa-iha, wa 'ala aalihi wa shahbihi wa sallim) Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas baginda kami Nabi Muhammad SAW yang mencintai dan dicintai Allah, yang menghilangkan segala penyakit dan menghilangkan segala kesempitan TulisanArab Allahumma Salli Ala Sayyidina Muhammad Wa'ala Alihi Washahbihi Ajma'in Tak kalah mashyurnya, sholawat yang berikut sering kali dilantunkan oleh mereka yang mencintai Rasul dan seluruh sahabatnya. Sholawat ini berbeda dengan yang sebelumnya, dalam kalimat sholawat yang satu ini terdapat kata "Ajma'in". MkAnp. Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ala Rosulillah wa ala Alihi wa Ashabihi Ajmaโ€™in. Amma baโ€™du,Begitu banyak diantara kaum muslimin yang belum mengerti apa itu iman yang benar. Di antara mereka ada juga yang berpaham Allahu aโ€™lam karena kekurangtahuan dan pemahaman yang telah ditanamkan sejak sekolah dasar bahwa iman itu adalah kayakinan hati semata. Untuk itulah kami memandang penting untuk mengetengahkan pembahasan dalam masalah Kepada Al Qurโ€™an dan As Sunnah dengan Pemahaman Salaful UmmahDefinisi Iman Menurut Ulama Kaum Muslimin Ahlus Sunnah wal Jamaโ€™ahDiantara Dalil Ulamaโ€™ Kaum Muslimin dalam Permasalahan ImanKembalikan Kepada Al Qurโ€™an dan As Sunnah dengan Pemahaman Salaful UmmahMerupakan kewajiban bagi setiap muslim untuk mengembalikan seluruh permasalahan agama yang dihadapinya kepada Al Qurโ€™an dan As Sunnah sesuai pemahaman salaful ummah yang lebih dahulu dalam ilmu, iman dan Subhana wa Taโ€™ala berfirman,ููŽุฅูู†ู’ ุชูŽู†ูŽุงุฒูŽุนู’ุชูู…ู’ ูููŠ ุดูŽูŠู’ุกู ููŽุฑูุฏูู‘ูˆู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงู„ุฑูŽู‘ุณููˆู„ู ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุขูŽุฎูุฑู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ูˆูŽุฃูŽุญู’ุณูŽู†ู ุชูŽุฃู’ูˆููŠู„ู‹ุงโ€œJika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah Al Quran dan Rasul Sunnahnya, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnyaโ€. [ QS. An Nisaโ€™ 4 59]Maka marilah kita jadikan hal ini sebagai pegangan pertama dalam masalah yang akan kita bahas di Iman Menurut Ulama Kaum Muslimin Ahlus Sunnah wal Jamaโ€™ahู‚ุงู„ ุงู„ุญุงูƒู… ููŠ ู…ู†ุงู‚ุจ ุงู„ุดุงูุนูŠ ุญุฏุซู†ุง ุฃุจูˆ ุงู„ุนุจุงุณ ุงู„ุฃุตู… ุฃุฎุจุฑู†ุง ุงู„ุฑุจูŠุน ู‚ุงู„ ุณู…ุนุช ุงู„ุดุงูุนูŠ ูŠู‚ูˆู„ ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ู‚ูˆู„ ูˆุนู…ู„ ูŠุฒูŠุฏ ูˆูŠู†ู‚ุตAl Hakim menyebutkan di dalam Manaqib Asy Syafiโ€™i, โ€œAbul Abbas Al Ashom Muhammad bin Yaโ€™kub bin Yusuf seorang ahli hadits wafat 346 H telah mengabarkan kepada kami, dia mengatakan, โ€œSesungguhnya Ar Robiโ€™ berkata, โ€œAku mendengar imam Asy Syafiโ€™i 150-204 H mengatakan, โ€œIman adalah perkataan dan amal, dapat bertambah dan berkurangโ€[1].Al Lalikai Rohimahullah Wafat 418 H mengatakan,ู‚ุงู„ ุงู„ุดุงูุนูŠ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ููŠ ูƒุชุงุจ ุงู„ุฃู… ููŠ ุจุงุจ ุงู„ู†ูŠุฉ ููŠ ุงู„ุตู„ุงุฉ ู†ุญุชุฌ ุจุฃู† ู„ุง ุชุฌุฒุฆ ุตู„ุงุฉ ุฅู„ุง ุจู†ูŠุฉ ุ› ู„ุญุฏูŠุซ ุนู…ุฑ ุจู† ุงู„ุฎุทุงุจ ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ุฅู†ู…ุง ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ุจุงู„ู†ูŠุฉ ยป ุซู… ู‚ุงู„ ูˆูƒุงู† ุงู„ุฅุฌู…ุงุน ู…ู† ุงู„ุตุญุงุจุฉ ูˆุงู„ุชุงุจุนูŠู† ู…ู† ุจุนุฏู‡ู… ู…ู…ู† ุฃุฏุฑูƒู†ุงู‡ู… ุฃู† ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ู‚ูˆู„ ูˆุนู…ู„ ูˆู†ูŠุฉ ุŒ ู„ุง ูŠุฌุฒุฆ ูˆุงุญุฏ ู…ู† ุงู„ุซู„ุงุซุฉ ุจุงู„ุขุฎุฑImam Asy Syafiโ€™i Rohimahullah mengatakan dalam kitab Al Um Bab Niat dalam Sholat, โ€œKami berpendapat bahwa tidaklah sah sholat kecuali di dahului niat berdasarkan hadits Umar bin Al Khoththob Rodhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam, โ€œSesungguhnya setiap amal bersama dengan niatnyaโ€. Kemudian beliau mengatakan, โ€œMerupakan sebuah ijmaโ€™/sepakat para sahabat dan tabiโ€™in yaitu orang-orang setelah mereka yang bertemu dengan mereka bahwa iman adalah perkataan, amal/perbuatan dan niat, tidaklah salah satu dari ketiga hal tersebut tanpa yang lainnyaโ€[2].Beliau juga meriwayatkan dari Al Imam Al Bukhori 194-256 H Rohimahullah dengan sanadnya, bahwa Al Imam Al Bukhori Rohimahullah mengatakan,ู„ู‚ูŠุช ุฃูƒุซุฑ ู…ู† ุฃู„ู ุฑุฌู„ ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ุฃู‡ู„ ุงู„ุญุฌุงุฒ ูˆู…ูƒุฉ ูˆุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉ ูˆุงู„ูƒูˆูุฉ ูˆุงู„ุจุตุฑุฉ โ€ฆโ€ฆโ€ฆ ุฃู† ุงู„ุฏูŠู† ู‚ูˆู„ ูˆุนู…ู„โ€œAku bertemu lebih dari seribu ahli ilmu/ulama dari Hijaj, Mekah, Madinah, Kufah, Bashroh โ€ฆโ€ฆ. dan lain-lain yang banyak sekali bahwa mereka semua mengatakan โ€œSesunggunya agama/iman adalah perkataan dan amal/perbuatanโ€[3].Ibnu Abdil Barr Rohimahullah 368-463 H mengatakan, โ€œAbul Qosim Ubaidillah bin Umar Al Baghdadi Asy Syafiโ€™i menyebutkan, โ€œMuhammad bin Ali telah mengabarkan kepada kami, dia mengatakan, โ€œSesungguhnya Ar Robiโ€™ pernah mendengar Asy Syafiโ€™i mengatakan, โ€œIman adalah perkataan, amal/perbuatan dan keyakinan hati. Tidakkah engkau pernah melihat firman Allah Azza wa Jalla ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ููŠูุถููŠุนูŽ ุฅููŠู…ูŽุงู†ูŽูƒูู…ู’โ€œAllah tidak akan menyia-nyiakan imanmuโ€. QS. Al Baqoroh [2] 143Yang dimaksud iman dalam ayat ini adalah sholat kalian ketika masih menghadap ke Baitul Maqdis. Maka Allah menyebut sholat dalam ayat ini dengan sebutan iman yaitu terdiri dari perkataan, amal/perbuatan dan keyakinan hatiโ€[4].Abu Ubaid Al Qosim bin Abdis Salam 157-224 H Rohimahullah mengatakan, โ€œโ€ูุงู„ุฃู…ุฑ ุงู„ุฐูŠ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุณู†ุฉ ุนู†ุฏู†ุง ู…ุง ู†ุต ุนู„ูŠู‡ ุนู„ู…ุงุคู†ุง ู…ู…ุง ุงู‚ุชุตุตู†ุง ููŠ ูƒุชุงุจู†ุง ู‡ุฐุง ุฃู† ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ุจุงู„ู†ูŠุฉ ูˆุงู„ู‚ูˆู„ ูˆุงู„ุนู…ู„ ุฌู…ูŠุนุง ุŒ ูˆุฃู†ู‡ ุฏุฑุฌุงุช ุจุนุถู‡ุง ููˆู‚ ุจุนุถPerkara yang sesuai dengan Sunnah bagi kami dan yang ditegaskan oleh ulama kami yang kami cantumkan dalam kitab kami ini, bahwa sesungguhnya iman adalah niat, perkataan dan amal/perbuatan seluruhnya. Masing-masing diantaranya ada yang derajatnya lebih tinggi dari yang lainnyaโ€[5].Al Imam Muhammad bin Al Husain Al Ajurri Rohimahullah Wafat 360 H mengatan,ุงุนู„ู…ูˆุง ุฑุญู…ู†ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุฅูŠุงูƒู… ุฃู† ุงู„ุฐูŠ ุนู„ูŠู‡ ุนู„ู…ุงุก ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ุฃู† ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ูˆุงุฌุจ ุนู„ู‰ ุฌู…ูŠุน ุงู„ุฎู„ู‚ ุŒ ูˆู‡ูˆ ุชุตุฏูŠู‚ ุจุงู„ู‚ู„ุจ ุŒ ูˆุฅู‚ุฑุงุฑ ุจุงู„ู„ุณุงู† ุŒ ูˆุนู…ู„ ุจุงู„ุฌูˆุงุฑุญ ุŒุซู… ุงุนู„ู…ูˆุง ุฃู†ู‡ ู„ุง ุชุฌุฒุฆ ุงู„ู…ุนุฑูุฉ ุจุงู„ู‚ู„ุจ ูˆุงู„ุชุตุฏูŠู‚ ุฅู„ุง ุฃู† ูŠูƒูˆู† ู…ุนู‡ ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ุจุงู„ู„ุณุงู† ู†ุทู‚ุง ุŒ ูˆู„ุง ุชุฌุฒูŠุก ู…ุนุฑูุฉ ุจุงู„ู‚ู„ุจ ุŒ ูˆู†ุทู‚ ุจุงู„ู„ุณุงู† ุŒ ุญุชู‰ ูŠูƒูˆู† ุนู…ู„ ุจุงู„ุฌูˆุงุฑุญ ุŒูุฅุฐุง ูƒู…ู„ุช ููŠู‡ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุซู„ุงุซ ุงู„ุฎุตุงู„ ูƒุงู† ู…ุคู…ู†ุง ุฏู„ ุนู„ู‰ ุฐู„ูƒ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุŒ ูˆุงู„ุณู†ุฉ ุŒ ูˆู‚ูˆู„ ุนู„ู…ุงุก ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู†โ€œKetahuilah semoga Allah merahmati kami dan anda sekalian, sesungguhnya sebuah perkara yang dipegangi oleh ulama kaum muslimin bahwa iman yang wajib bagi setiap manusia kaum muslimin adalah pembenaran dengan hati, ikrar dengan lisan dan amal/perbuatan anggota ketahuilah sesungguhnya tidak lah sah/teranggap pengetahuan/pengakuan dan pembenaran seseorang dengan hatinya melainkan harus desertai dengan ikrar dengan lisan. Tidaklah sah/teranggap pengetahuan/pengakuan seseorang dengan hatinya dan ikrar dengan lisan melainkan harus disertai dengan amal/perbuatan anggota jika lengkap ketiga hal ini maka orang tadi menjadi orang yang beriman, hal ini ditunjukkan dalilnya dalam Al Qurโ€™an, Sunnah/hadits dan perkataan/pendapat ulam kaum musliminโ€[6].Al Baghowi wafat 516 H Rohimahullah mengatakan,ุงุชูู‚ุช ุงู„ุตุญุงุจุฉ ูˆุงู„ุชุงุจุนูˆู† ุŒ ูู…ู† ุจุนุฏู‡ู… ู…ู† ุนู„ู…ุงุก ุงู„ุณู†ุฉ ุนู„ู‰ ุฃู† ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ู…ู† ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ุŒ ู„ู‚ูˆู„ู‡ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆุชุนุงู„ู‰ ุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฐููƒูุฑูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุฌูู„ูŽุชู’ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’โ€œPara Sahabat, Tabiโ€™in dan orang-orang setelah mereka dari kalangan ulama sunnah sepakat bahwa sesungguhnya amal/perbuatan adalah bagian dari iman berdasarkan firman Allah Subhana wa Taโ€™ala, yang artinya, โ€œSesungguhnya orang-orang yang berimanialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati merekaโ€. QS. Al Anfal [8] 2Mereka mengatakan,ุฅู† ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ู‚ูˆู„ ูˆุนู…ู„ ูˆุนู‚ูŠุฏุฉ ุŒ ูŠุฒูŠุฏ ุจุงู„ุทุงุนุฉ ุŒ ูˆูŠู†ู‚ุต ุจุงู„ู…ุนุตูŠุฉโ€œSesungguhnya iman adalah perkataan, amal dan aqidah/keyakinan hati. Bertambah dengan ketaโ€™atan dan berkurang dengan kemaksiatanโ€[7].Abu Utsman Ismaโ€™il bin Abdur Rohman Ash Shobuni Asy Syafiโ€™i Rohimahullah 373-449 H mengatakan,โ€œDiantara keyakinan Mazhab Ahlus Sunnah wal Jamaโ€™ah yaitu iman adalah perkataan, amal perbuatan dan pengetahuan/pengakuan dengan hati. Bertambah dengan ketaโ€™atan dan berkurang dengan kemaksiatanโ€[8].Beliau kemudian menyampaikan banyak sekali riwayat dari imam-imam kaum muslimin diantaranya Imam Malik, Hisyam bin Hasan, Ibnu Juraij Sufyan Ats Tsauri, Al Mustanna bin Shibah, Fudhail bin Iyadh, Sufyan bin Uyaynah semuanya mengatakan bahwa iman adalah perkataan hati dan lisan dan amal/perbuatan[9].Sehingga kami kira cukup menyampaikan kalam ulama dalam masalah ini, walaupun kalau diteruskan akan banyak sekali ulama yang berpendapat Dalil Ulamaโ€™ Kaum Muslimin dalam Permasalahan ImanMaka kita akan beralih kepada dalil-dalil permasalahan ini baik dari Al Qurโ€™an dan As Allah Azza wa Jalla ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ููŠูุถููŠุนูŽ ุฅููŠู…ูŽุงู†ูŽูƒูู…ู’โ€œAllah tidak akan menyia-nyiakan imanmuโ€. QS. Al Baqoroh [2] 143Yang dimaksud iman dalam ayat ini adalah sholat kalian[10] ketika masih menghadap ke Baitul Maqdis. Maka Allah menyebut sholat dalam ayat ini dengan sebutan iman yaitu terdiri dari perkataan, amal/perbuatan dan keyakinan hati. Sisi pendalilannya adalah Allah maksudkan sholat dengan sebutan iman. Sebuah hal yang kita ketahui bersama bahwa dalam sholat itu ada keyakinan hati niat, perkataan dzikir-dzikir yang ada dalam gerakan sholat dan bacaan Al Qurโ€™an dan perbuatan gerakan-gerakan sholat[11].Adapun dalil dari Hadits Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam maka akan banyak sekali kita temui. Namun untuk memperjelas kami sampaikan dalil yang menunjukkan satu persatu bagian dari iman agar mempermudahnya.[1]. Dalil yang menunjukkan bahwa perkataan lisan merupakan bagian dari Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam kepada utusan bani Abdul Qois,ุขู…ูŽุฑูŽูƒูู…ู’ ุจูุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู ูˆูŽ ุฃูŽู†ู’ู‡ูŽุงูƒูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู ุขู…ูŽุฑูŽูƒูู…ู’ ุจูุงู„ู’ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ู ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ุฃูŽุชูŽุฏู’ุฑููˆู’ู†ูŽ ู…ูŽุง ุงู„ู’ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ู ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ุŸ ู‚ูŽุงู„ููˆู’ุง ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุดูŽู‡ูŽุงุฏูŽุฉู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽ ุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู โ€ฆโ€ฆ.โ€œAku Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam memerintahkan 4 hal dan melarang 4 hal. Aku memerintahkan kalian agar beriman kepada Allah semata. Tahukah kalian apa itu beriman kepada Allah semata ?โ€ Mereka menjawab, โ€œAllah dan RosulNya yang lebih tahuโ€. Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam menjawab, โ€œSyahadat Laa Ilaaha Illallah dan Muhammad Rosulullah โ€ฆโ€ฆโ€[12].Kita ketahui bersama bahwa syahadat adalah perkataan lisan, dan Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam menjadikannya bagian dari iman.[2]. Dalil yang menunjukkan bahwa amal/perbuatan merupakan bagian dari imanHadits Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam ketika ditanya oleh seorang dari negeri Syam,ุฃูŽูŠูู‘ ุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ู ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ู‡ูุฌู’ุฑูŽุฉู\ุฎูู„ูู‚ูŒ ุญูŽุณูŽู†ูŒโ€œApakah iman yang paling utama?โ€ Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam menjawab, โ€œHijroh dalam riwayat lain akhlak yang muliaโ€[13].Kita ketahui bersama bahwa hijroh/akhlak mulia adalah amal/perbuatan anggota badan dan Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam menjadikannya bagian dari iman bahkan iman yang paling utama.[3]. Dalil yang menunjukkan bahwa perbuatan/keyakinan/pembenaran hati merupakan bagian dari imanุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุกู ุดูุนู’ุจูŽุฉูŒ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ูโ€œMalu merupakan cabang dari imanโ€[14].Hadits Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam,ู„ุงูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฃูŽูƒููˆู†ูŽ ุฃูŽุญูŽุจูŽู‘ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ูˆูŽู„ูŽุฏูู‡ู ูˆูŽูˆูŽุงู„ูุฏูู‡ู ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู†ูŽโ€œTidak beriman salah seorang diantara kalian hingga dia mencintai aku Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam lebih dicintainya dari pada anak, orang tua dan manusia seluruhnyaโ€[15].Kita ketahui bersama bahwa malu dan cinta merupakan perbuatan/keyakinan hati dan Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam menjadikan itu bagian dari penutup kami sampaikan dalil yang menunjukkan 3 hal tadi merupakan bagian dari iman dalam sebuah hadits Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam,ู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุฃูŽู‰ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู‹ุง ููŽู„ู’ูŠูุบูŽูŠูู‘ุฑู’ู‡ู ุจููŠูŽุฏูู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุทูุนู’ ููŽุจูู„ูุณูŽุงู†ูู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุทูุนู’ ููŽุจูู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽุถู’ุนูŽูู ุงู„ุฅููŠู…ูŽุงู†ูโ€œBarangsiapa diantara kalian yang melihat kemungkaran maka hendaklah dia ubah dengan tangannya/kekuasaannya, apabila dia tidak mampu maka dengan lisannya dan apabila tidak mempu maka dengan hatinya. Yang demikian itu selemah-lemah imanโ€[16].Mudah-mudahan bermanfaat bagi kami sebagai tambahan amal dan pembaca sebagai tambahan ilmu dan Isyaโ€™, 22 Jumadil Akhir 1433 H/ 14 Mei 2012 MAditya Budiman bin Usman-Semoga Allah menjauhkan kami dari api neraka-Penulis Aditya BudimanArtikel Lihat Fathul Bari hal. 47/I terbitan Darul Maโ€™rifah Beirut, Lebanon.[2] Lihat Syarh Ushul Iโ€™tiqod Ahlu Sunnah wal Jamaโ€™ah oleh Al Lalikai hal. 267/V terbitan Dar Thoyyibah, Riyadh, KSA[3] Idem hal. 317/I.[4] Lihat Al Intiqoโ€™ hal. 81 dan Manaqib Asy Syafiโ€™i oleh Ar Rozi hal. 131 Manhaj Al Imam Asy Syafiโ€™i oleh DR. Muhammad bin Abdul Wahab Al Aqil hal. 163 terbitan Adwaโ€™us Salaf, Riyadh, KSA.[5] Lihat Kitab Al Iman Oleh Abu Ubaid Al Qosim bin Abdus Salam dengan tahqiq Al Albani hal. 34 terbitan Maktabah Maโ€™arif, Riyadh, KSA.[6] Lihat Asy Syarโ€™iyah oleh Al Ajurri dengan tahqiq Muhammad Hamid Al Faqi hal. 227/I terbitan Anshorus Sunnah Al Muhammadiyah, Kairo, Mesir.[7] Lihat Syarhu Sunnah oleh Husain bin Masโ€™ud Al Baghowi dengan tahqiq Syuโ€™aib Al Arnauth hal. 38-39/I terbitan Al Maktab Al Islami, Beirut, Lebanon.[8] Lihat Aqidah As Salaf wa Ashabu Al Hadits oleh Ash Shobuni dengan tahqiq DR. Nashir bin Abdur Rohman bin Muhammad Al Judaiโ€™ hal. 264 terbitan Darul Ashimah, Riyadh, KSA.[9] Idem hal. 266-270[10] Sebagaimana dalam HR. Bukhori no. 4486 dan Muslim no. 252[11] Penjelasan senada dijelaskan Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin dalam Syarh Aqidah Wasithiyah hal. 447 terbitan Dar Ibnu Jauzi, Riyadh, KSA.[12] HR. Bukhori no. 53 dan Muslim no. 17 dari jalur Abdullah bin Abbas Rodhiyallahu anhuma[13] HR. Ahmad no. 19435 dinilai shohih lighoirihi oleh Syuโ€™aib Al Arnauth dan dinilai shohih oleh Al Albani dalam Ash Shohihah hal. 551[14] HR. Bukhori no. 9 dan Muslim 35[15] HR. Bukhori no. 14 dan Muslim 44[16] HR. Muslim no. 186 ๏ปฟ- Pada saat bulan Safar tiba, umat muslim diizinkan untuk melakukan lebih banyak doa dan melakukan sholat sunnah. Adapun doa bulan safar yang disarankan oleh para ulama untuk dibaca kami rangkum di bawah ini. Kumpulan Doa Bulan Safar Dikutip dari berbagai sumber, berikut doa bulan safar yang dianjurkan untuk dibaca. 1. Doa memohon perlindungan dijauhkan dari keburukan bulan safar Baca Juga Cara Mandi Wajib Sebelum Sholat Idul Adha untuk Pria dan Wanita Bismilahirrahmanirrahim, wa shallallahu taโ€™ala ala sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa shahbihi ajmaโ€™in. Aโ€™udzu billahi min syarri hadzaz zaman wa ahlihi, wa asaluka bi jalalika wa jalli wajhika wa kamali jalali qudsika an tujirani wa walidayya wa ahli wa ahbabi wa ma tuhithuhu syafaqatu qalbi min syarri hadzas sanati, wa qini syarra ma qhaddaita fiha, washrif anni syarra syahri shafar, ya Kariman nazhar, wakhtim li fi hadzas syahri wad dahri bis salamati wal afiyati li wa liwadayya wa auladi wa li ahli wa ma tahuthuhu syafaqatu qalbi wa jamรฎโ€™il muslimin, wa shallallahu taโ€™ala ala sayyidina Muhammadin wa ala ali wa shahbihi wa sallam. Allahumma inna naโ€™udzubika min syarri hadzas syahri, wa min kulli syiddatin wa balain wa baliyyatin qaddartaha fihi ya dahru, ya malikad dunya wal akhirat, ya aliman bima kana wa ma yakunu, wa man idza arada syaian qala lahu kun fayakun ya azali ya abadi ya mubdi ya muโ€™id ya dzal jalali wal ikram, ya dzal arsyil majid anta tafโ€™alu ma turid. Allahummahris bi anika anfusana wa ahlana wa amwalana wa walidina wa dana wa dunyanal lati ibt alaina bi suhbatiha, bibarokatil abrari wal akhyari, wa birahmatika ya azizu ya ghaffar, ya karimu ya sattaru ya arhamar rahimin. Allahuma ya syadรฎdal qowiyyi wa ya syadidal mihani, ya azizu dzalat liโ€™izzatika jamรฎu khalkika, ikfini min jami'i kholqika, ya Muhsinu ya Mujmilu ya Mutafadhil, ya Mun'im, ya Mutakallim, ya man la ilaha illa Anta, irhamna allahumma bi rahmatika yรข arhamar rahimin. Wa shallallahu ta'ala ala sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa sahbihi ajma'in. Artinya โ€œDengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah selalu memberi rahmat kepada Tuan kami, Muhammad SAW dan keluarganya serta sahabatnya semuanya. Aku berlindung dari keburukan zaman ini dan orang-orang yang memiliki keburukan itu, dan aku memohon dengan wasilah keagungan-Mu dan keagungan keridhaan-Mu serta keagungan kesucian-Mu, supaya Engkau melindungiku, kedua orang tuaku, keluargaku, orang-orang yang aku cintai dan sesuatu yang diliputi kasih sayang, dari keburukan tahun ini, dan cegahlah aku dari keburukan yang telah Engkau tetapkan di dalamnya. Palingkanlah dariku keburukan di bulan Safar, wahai Dzat Yang Memiliki Pandangan Yang Mulia. Akhirilah aku di bulan ini, di waktu ini dengan keselamatan dan sejahtera bagi kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, dan sesuatu yang diliputi kasih sayangku seluruhnya. Semoga Allah selalu memberi rahmat dan keselamatan kepada tuan kami Muhammad SAW, dan keluarganya serta sahabatnya. Duhai Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari keburukan bulan ini, dan dari segala kesukaran, bencana dan cobaan yang telah Engkau takdirkan di dalamnya, wahai Ad-Dahr Allah, duhai sang pemilik dunia dan akhirat, wahai Dzat Yang Maha mengetahui sesuatu yang telah terjadi dan yang akan terjadi, duhai Zat yang apabila menghendaki sesuatu mengucapkan Kun fayakun, duhai yang Zat yang tidak terikat waktu, duhai Zat yang abadi, duhai Zat yang menciptakan segala sesuatu, duhai Zat yang mengembalikan segala sesuatu, duhai Zat pemilik keagungan dan kemuliaan, duhai Zat pemilik Arsyi yang mulia, Kau maha melakukan apa yang Kau Kehendaki. Wahai Allah jagalah diri kami dengan pandangan-Mu, dan keluarga kami, harta kami, orang tua kami, agama kami, dunia yang kami dicoba untuk menghadapinya, dengan wasilah keberkahan orang-orang yang baik dan pilihan, dan dengan kasih sayangMu wahai yang maha perkasa, maha pengampun, maha mulia, maha menutup aib, duhai yang paling maha penyayang di antara para penyayang Wahai Allah, wahai Zat yang sungguh amat kuat, Zat yang cobaannya sangat berat, wahai yang maha perkasa, yang mana seluruh makhlukNya tunduk karena keperkasaan-Mu, jagalah aku dari semua makhluk-Mu, wahai yang maha memperbagus, yang maha memperindah, yang maha memberikan keutamaan, yang maha memberikan kemuliaan, Yang Siapa tiada tuhan kecuali Engkau, kasih sayangilah kami dengan rahmat-Mu duhai Zat paling penyayang di antara para penyayang. Semoga Allah selalu memberi rahmat dan kepada tuan kami Muhammad SAW, dan keluarganya serta sahabatnya semua.โ€ Baca Juga 3 Doa Turun Hujan Deras dan Angin Kencang Lengkap Latin dan Artinya 2. Doa keselamatan keluarga di akhirat Doa sesudah sholat tarawih. Sumber Doa Sesudah Sholat Tarawih Arab, Latin, dan ArtinyaDoa sesudah sholat tarawih. Sumber ุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ู ูƒูŽุงู…ูู„ููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽู„ูู„ู’ููŽุฑูŽุงุฆูุถู ู…ูุคูŽุฏูู‘ูŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽู„ูู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ุญูŽุงููุธููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽู„ูู„ุฒูŽู‘ูƒูŽุงุฉู ููŽุงุนูู„ููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽู„ูู…ูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽูƒูŽ ุทูŽุงู„ูุจููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽู„ูุนูŽูู’ูˆููƒูŽ ุฑูŽุงุฌููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽุจูุงู„ู’ู‡ูุฏูŽู‰ ู…ูุชูŽู…ูŽุณูู‘ูƒููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽุนูŽู†ู ุงู„ูŽู‘ู„ุบู’ูˆู ู…ูุนู’ุฑูุถููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽููู‰ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ุฒูŽุงู‡ูุฏููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽููู‰ ุงู’ู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ุฑูŽุงุบูุจููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽุจูŽุงู„ู’ู‚ูŽุถูŽุงุกู ุฑูŽุงุถููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽู„ูู„ู†ูŽู‘ุนู’ู…ูŽุงุกู ุดูŽุงูƒูุฑููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุจูŽู„ุงูŽุกู ุตูŽุงุจูุฑููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽุชูŽุญู’ุชูŽ ู„ููˆูŽุงุกู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุณูŽุงุฆูุฑููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุญูŽูˆู’ุถู ูˆูŽุงุฑูุฏููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ุฏูŽุงุฎูู„ููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ู†ูŽุงุฌููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽุนูŽู„ู‰ ุณูŽุฑููŠู’ุฑูุงู„ู’ูƒูŽุฑูŽุงู…ูŽุฉู ู‚ูŽุงุนูุฏููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽุจูุญููˆู’ุฑูุนููŠู’ู†ู ู…ูุชูŽุฒูŽูˆูู‘ุฌููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽู…ูู†ู’ ุณูู†ู’ุฏูุณู ูˆูŽุงูุณู’ุชูŽุจู’ุฑูŽู‚ู ูˆูŽุฏููŠู’ุจูŽุงุฌู ู…ูุชูŽู„ูŽุจูู‘ุณููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽู…ูู†ู’ ุทูŽุนูŽุงู…ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ุขูƒูู„ููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽู…ูู†ู’ ู„ูŽุจูŽู†ู ูˆูŽุนูŽุณูŽู„ู ู…ูุตูŽูู‹ู‘ู‰ ุดูŽุงุฑูุจููŠู’ู†ูŽ. ุจูุฃูŽูƒู’ูˆูŽุงุจู ูˆูŽู‘ุฃูŽุจูŽุงุฑููŠู’ู‚ูŽ ูˆูŽูƒูŽุฃู’ุณู ู…ูู‘ู†ู’ ู…ูŽุนููŠู’ู†. ู…ูŽุนูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ูŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุตูู‘ุฏูู‘ูŠู’ู‚ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุดูู‘ู‡ูŽุฏูŽุขุกู ูˆูŽุงู„ุตูŽู‘ุงู„ูุญููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุญูŽุณูู†ูŽ ุฃููˆู„ุฆููƒูŽ ุฑูŽูููŠู’ู‚ู‹ุง. ุฐู„ููƒูŽ ุงู„ู’ููŽุถู’ู„ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽูƒูŽููŽู‰ ุจูุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ููŠู’ู…ู‹ุง. ุงูŽู„ู„ู‡ูู…ูŽู‘ ุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ููู‰ ู‡ุฐูู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ุดูŽู‘ู‡ู’ุฑูุงู„ุดูŽู‘ุฑููŠู’ููŽุฉู ุงู„ู’ู…ูุจูŽุงุฑูŽูƒูŽุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณูู‘ุนูŽุฏูŽุงุกู ุงู„ู’ู…ูŽู‚ู’ุจููˆู’ู„ููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽู„ุงูŽุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู’ู„ุฃูŽุดู’ู‚ููŠูŽุงุกู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฏููˆู’ุฏููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุขู„ูู‡ ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู’ู†ูŽ. ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชููƒูŽ ูŠูŽุงุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ู‡ู ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ